Search This Blog

Hidup Guru ... ! Hidup PGRI .... !!! Solidaritas.... Yes

Hidup Guru ... ! Hidup PGRI .... !!! Solidaritas.... Yes
Salam PGRI, tetap Semangat dan iklas untuk mencerdaskan anak bangsa

Jumat, 15 November 2019

KEGIATAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS




LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN
TAHUN 2019 / 2020


KEGIATAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS MELALUI PENDEKATAN SAINTFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY /INQUIRY LEARNING MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV UPTD SPF SDN TAMAN 2 TAHUN AJARAN 2019 / 2020






                                                                          



NAMA PESERTA                          : CAK YOYON
NUPTK                                             : 2061715
SEKOLAH /TEMPAT TUGAS    : UPTD SPF SDN TAMAN 2
KABUPATEN/KOTA                    : BONDOWOSO
PROVINSI                                       : JAWA TIMUR
MENTOR PEMBEKALAN          : AHMAD MUNDIRIN


BONDOWOSO
JAWA TIMUR
TAHUN 2019


DAFTAR ISI


JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
BIODATA PENULIS
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang masalah
B.
Latar belakang masalah
C.
Manfaat kegiatan
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A.
Tujuan dan sasaran
B.
Bahan/materi kegiatan
C.
Metode/ cara melaksanakan kegiatan
D.
Alat/instrument
E.
Waktu dan tempat kegiatan
BAB III HASIL KEGIATAN
BAB IV  SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.
Simpulan
B.
Rekomndasi


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




HALAMAN PENGESAHAN

Pengembangan dalam bentuk Best Practice berjudul Kegiatan Pembelajaran Berorientasi HOTS Selalu Berhemat Energi melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Discoveri Learning di UPTD SPF SDN Taman 2 Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur.
Nama                                 :  CAK YOYON
Asal Sekolah                      :  UPTD SPF SDN Taman 2
Telah disetujui dan disahkan pada / oleh
Hari                                    :  Rabu
Tanggal                              :  30 Oktober 2019


Kepala UPTD SPF SDN Taman 2
Kecamatan Taman Krocok



MOH. MATTALLIP, S.Pd., M.Pd.
NIP 19710320 199304 1 000


BIODATA PENULIS

1
Nama
CAK YOYON
2
NIP
19770203 200800 1 000
3
NUPTK
2061715665200000
4
No. Peserta UKG.
201511271333
5
Tempat / Tanggal Lahir
Bondowoso, 3 Pebruari 2024
6
Jenis Kelamin
Laki-laki
7
Agama
Islam
8
Pendidikan Terakhir
S-1 / PGSD
9
Jabatan
Guru Pertama
10
Pangkat / Gol.Ruang
Penata Muda Tk I/ IIIb
11
Bidang Studi yang Diampu
Guru Kelas SD
12
Mengajar Kelas
IV
13
Unit Kerja
UPTD SPF SDN Taman 2
14
Alamat
Jl. Raya Taman No. 10 Desa Taman
15
Kecamatan
Taman Krocok
16
Kabupaten
Bondowoso
17
Propinsi
Jawa Timur
18
E-Mail
sdntamandua@gmail.com
19
Alamat Rumah
Jl. Pasar Tenggarang
20
Desa

21
Kecamatan
Bondowoso
22
Kabupaten
Bondowoso
23
No Hp
080000000931


Taman Krocok, 30 Oktober 2019
Penulis


CAK YOYON
NIP. 19770203 200800 1 000



KATA PENGANTAR

Assalammualaiku m. Wr.Wb

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan 30 Oktober 2019.

Dalam penyusunan Best Practice penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat.

1.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso
2.
Pengawas Sekolah KORWIL Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Taman Krocok
3.
Kepala UPTD SPF SDN Taman 2 yang telah memberi izin, kesempatan dan kepercayaan kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini seluas – luasnya
4.
Semua rekan guru di UPTD SPF SDN Taman 2 yang telah memberi bantuan selama proses penelitian sampai dengan terwujud dalam bentuk Best Practice ini.
5.
Istri dan anak - anak tercinta yang selalu memberi dukungan doa dan memberikan kekuatan dalam setiap langkah.
6.
Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan berupa apapun dalam menyelesaikan best practice ini.
bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.

Waalaikumsalam Wr.Wb

Taman Krocok, 30 Oktober 2019
Penulis



CAK YOYON


BAB 1
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skitls {HOTS). Keterampilan berfikir Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok kerja guru (KKG) SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam zonasinya, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat,seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UNIUSBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.

Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah Model Discovery/Inquiry Learning. Model pembelajaran penyingkapan penemuan (Discovery/inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferensi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Fiobert B. Sund dalam Malik, 2001:219). Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadu dengan Model Discovery/Inquiry Learning., penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika Model Discovery/Inquiry Learning. ini diterapkan pada kelas IV yang lain ternyata proses dan hasil belalajar siswa sama baiknya. Oleh karena itu penulis melaporkan perbaikan pembelajaran tersebut sebagai kegiatan best practice berjudul ""Implementasi pembelajaran Selalu Berhemat Energi melalui pendekatan saintfik dengan model pembelajaran discovery /inquiry learning mata pelajaran IPA siswa kelas IV UPTD SPF SDN Taman 2 tahun ajaran 2019 / 2020.

B.       JENIS KEGIATAN
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui DirektoratJenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Keterampilan berfikir tingkat tinggi adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis dan membangun hubungan dengan melibatkan aktifitas mental yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional.

Unit Pembelajaran yang sudah tersusun diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran. Unit Pembelajaran yang dikembangkan dikhususkan untuk Pendidikan Dasar yang dalam hal ini akan melibatkan KKG SD dan MGMP SMP. Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim penyusun yang berasal dari PPPPTK, LPMP, maupun Perguruan Tinggi dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif dalam mewujudkan penyelesaian Unit Pembelajaran ini

C.      MANFAAT KEGIATAN
Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok kerla guru (KKG) SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam zonasinya, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragamin mutu pendidikan di lingkungan terdeka! seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.

Semoga Unit Pembelajaran ini bisa menginspirasiguru untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berikut beberapa manfaat PKP bagi siswa, guru dan sekolah.
1.    Bagi siswa
·      Siswa akan lebih bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran.
·      Mempermudah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
·      Terkontrolnya tingkah laku positif siswa.
·      Menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dinamis pada proses pembelajaran berlangsung.
·      Meningkatkan hasil belajar siswa.

2.    Bagi guru
·      Memperluas wawasan.
·      Meningkatkan profesional kerja.
·      Meningkatkan peran guru sebagai Fasilisator.
·      Memberikan motivasi untuk guru-guru yang lainnya.
·      Memperbaiki kinerja guru dalarn proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

3.        Bagi Sekolah
·      Menerapkan metode yang dilaksanakan terhadap pelajaran yang lain.
·      Memanfaatkan metode dengan semaksimal mungkin.
·      Mengembangkan bakat untuk tercapainya visi dan misi sekolah.


BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.      TUJUAN DAN SASARAN
TUJUAN
1.    Untuk meningkatkan efisiensi. efektlvitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi.    
2.    menginspirasiguru untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi

SASARAN
Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG)TK, kelompok kerja guru (KKG) SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam zonasinya, Semoga Unit Pembelajaran ini bisa menginspirasiguru untuk mengembangkan materidan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi upaya yang kita lakukan.

B.       BAHAN DAN MATERI
Bahan / Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi kelas IV untuk tema Selalu Berhemat Energi berikut ini

Ilmu Pengetahuan Alam
3.5.2.
3.5.3.
3.5.5.
Mengidentifikasi bentuk-bentuk energi
Mengidentifikasi perubahan energi
Mengidentifikasi berbagai sumber energi alternatif

4.5.5.

menyajikan  laporan  hasil  pengamatan  tentang  perubahan  bentuk  energi alternatif dalam  kehidupan sehari- hari.

C.      METODE/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Metode
1.    Penggunaan aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan Kecapakan Abad 2l di dalam proses pembelajaran.
2.    Karena KURIKULUM 2013 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Lalu optimalisasi peran guru dalam melaksanakan pembelajaran abad 21dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar {KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.Pembelajaran abad 21 secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21- kepada peserta didik, yaitu 4C yang meliputi: (1) Communication (2) Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan {4} Creative and lnnovative. Berdasarkan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwoll dan Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS (Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 {mengaplikasikan) dan C-4 {mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-5 (mengkreasi).Penerapan pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan eksternal, yaitu globalisasi.Melalui berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) KURIKULUM 2013 yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru, juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, Pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 {4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam KURIKULUM 2013 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.

D.      Alat/lnstrumen
Model-model pembelajaran yang sudah banyak dikenal oleh guru, guru pun diharapkan untuk
menggunakan atau mengembangkan mode-model pembelajaran yang lebih variatif agar pembelajaran lebih, menyenangkan dan menantang.Pembelajaran yang HOTS ditindaklanjuti dengan penilaian HOTS. Soal-soal yang diberikan harus mengukur ketercapaian siswa pada ranah C-4, C-5, dan C-6, disesuaikan dengan KKO yang telah ditetapkan pada RPP. Instmmen test yang digunakan bisa dalam bentuk soal Pilihan Ganda (PG) atau uraian. Soal PG dan HOTS yang berorientasi pada HOTS tentunya bukan sekedar menanyakan sekedar menanyakan "apa?","siapa?", "kapan?" dan "dimana?", tetapi menanyakan "mengapa?" dan "bagaimana?". Berdasarkan kepada hal tersebut, maka guru harus banyak membiasakan soal-soal HOTS kepada siswa, agar siswa terbiasa mengasah nalar, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif.
Media pembelajaranyang digunakan dalam praktik terbaik ini adalah (a) contoh Selalu Berhemat Energi melalui gambar atau video (b) buku guru dan buku siswa kelas IV K13 Revisi Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi dan (b) instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan uraian singkat.

E.       Waktu dan Tempat Kegiatan
Waktu kegiatan
Best practice ini dilaksanakan pada tanggal 7 sampai 11 oktober tahun 2019 bertempat di UPTD SPF SDN Taman 2 Kecamatan Taman Krocok  Kabupaten Bondowoso


BAB III
HASIL KEGIATAN

Diimplementasikannya kurikulum 2013 membawa konsekuensi guru yang harus semakin berkualitas dalam  melaksanaan kegiatan pembelajaran. Karena kurikulum 2013 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Lalu optimalisasi perim guru dalam melaksanakan pembelajaran abad 21 dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.

Pembelajaran abad 21secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 2l kepada peserta didik, yaiu 4C yang meliputi: (l) Communication (2) Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan (4) Creative and Innovative. Berdasarkan Taksonomi Bloom yangtelah direvisi oleh Krathwoll dan Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS (Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4 (mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).Penerapan pendekatan saintifik, pembelajaran abad,2l (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalanrangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan eksternal, yaitu globalisasi.Melalui berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) K-l3 yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru, juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pendekatan saintifrk, pembelajaran abad 2l (4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam kurikulum 2013 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.

Masalah yang dihadapi terutama adalah belum terbiasanya siswa belajar degan model discovery learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapr ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah. Agar siswa yakin bahwa pembelajaran tematik dengan Discovery Learnng. dapat membuat mereka lebih meguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills HOTS).


































BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.      Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1.
Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2.
Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.

B.       Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery
learning, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1.
Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru serta jaring-jaring tema yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya.Halini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
2.
Siswa diharapkan untuk merterapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teorj. Kemampuan belajar degan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa)
3.
Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

DAFTAR PUSTAKA

Anggari, Angi St,dkk. 2017a. Selalu Berhemat Energi: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mulyoto.(2013).Strategi Pembelajaran di Era Kurikulumb2013.Jakarta : Prestasi Pustakaraya
Putra,Sitiatava Rizema.(2012).Desain Belajar dan Mengajar Kreatif Berbasis Sains.Jogjakarta : Diva Press
Bustang, Buhari.Four-D Model (Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran dari Thiagarajan, dkk). [Online] Tersediahttp://bustangbuhari.wordpress.com
[10April 2014 ]
Selalu Berhemat energi. BukuTematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.

  

LAMPIRAN



Lampiran 1      : Foto-foto kegiatan
Lampiran 2      : RPP
Lampiran 3      : Bahan Ajar
Lampiran 4      : LKS
Lampiran 5       : Kisi pilihan ganda dan deskripsi
Lampiran 6      : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
Lampiran 7      : Lembar observasi proses pembelajaran
Lampiran 8      : Kuesioner motivasi belajar siswa

Tidak ada komentar: