LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN
TAHUN 2019 / 2020
KEGIATAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS MELALUI
PENDEKATAN SAINTFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY /INQUIRY LEARNING MATA
PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV UPTD SPF SDN TAMAN 2 TAHUN AJARAN 2019 / 2020
NAMA
PESERTA : CAK YOYON
NUPTK
: 2061715
SEKOLAH /TEMPAT TUGAS : UPTD
SPF SDN TAMAN 2
KABUPATEN/KOTA
: BONDOWOSO
PROVINSI
: JAWA TIMUR
MENTOR
PEMBEKALAN : AHMAD MUNDIRIN
BONDOWOSO
JAWA TIMUR
TAHUN 2019
DAFTAR
ISI
JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
BIODATA PENULIS
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
|
Latar
belakang masalah
|
B.
|
Latar
belakang masalah
|
C.
|
Manfaat
kegiatan
|
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A.
|
Tujuan
dan sasaran
|
B.
|
Bahan/materi
kegiatan
|
C.
|
Metode/
cara melaksanakan kegiatan
|
D.
|
Alat/instrument
|
E.
|
Waktu
dan tempat kegiatan
|
BAB III HASIL KEGIATAN
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.
|
Simpulan
|
B.
|
Rekomndasi
|
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
HALAMAN
PENGESAHAN
Pengembangan dalam
bentuk Best Practice berjudul Kegiatan Pembelajaran Berorientasi HOTS
Selalu
Berhemat Energi melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Discoveri Learning di
UPTD SPF SDN Taman 2 Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur.
Nama : CAK YOYON
Asal Sekolah : UPTD SPF SDN Taman 2
Telah disetujui dan disahkan pada / oleh
Hari : Rabu
Tanggal : 30 Oktober 2019
Kepala UPTD SPF
SDN Taman 2
Kecamatan Taman
Krocok
MOH. MATTALLIP, S.Pd., M.Pd.
NIP 19710320 199304 1
000
BIODATA
PENULIS
1
|
Nama
|
CAK YOYON
|
2
|
NIP
|
19770203
200800 1 000
|
3
|
NUPTK
|
2061715665200000
|
4
|
No.
Peserta UKG.
|
201511271333
|
5
|
Tempat
/ Tanggal Lahir
|
Bondowoso,
3 Pebruari 2024
|
6
|
Jenis
Kelamin
|
Laki-laki
|
7
|
Agama
|
Islam
|
8
|
Pendidikan
Terakhir
|
S-1
/ PGSD
|
9
|
Jabatan
|
Guru
Pertama
|
10
|
Pangkat
/ Gol.Ruang
|
Penata
Muda Tk I/ IIIb
|
11
|
Bidang
Studi yang Diampu
|
Guru Kelas SD
|
12
|
Mengajar Kelas
|
IV
|
13
|
Unit
Kerja
|
UPTD SPF SDN Taman 2
|
14
|
Alamat
|
Jl.
Raya Taman No. 10 Desa Taman
|
15
|
Kecamatan
|
Taman
Krocok
|
16
|
Kabupaten
|
Bondowoso
|
17
|
Propinsi
|
Jawa
Timur
|
18
|
E-Mail
|
sdntamandua@gmail.com
|
19
|
Alamat
Rumah
|
Jl.
Pasar Tenggarang
|
20
|
Desa
|
|
21
|
Kecamatan
|
Bondowoso
|
22
|
Kabupaten
|
Bondowoso
|
23
|
No
Hp
|
080000000931
|
Taman Krocok, 30
Oktober 2019
Penulis
CAK YOYON
NIP. 19770203 200800 1
000
KATA
PENGANTAR
Assalammualaiku
m. Wr.Wb
Puji syukur
penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karuniaNya sehingga penulis
dapat menyelesaikan 30 Oktober 2019.
Dalam penyusunan
Best Practice penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat.
1.
|
Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso
|
2.
|
Pengawas
Sekolah KORWIL Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Taman Krocok
|
3.
|
Kepala
UPTD SPF SDN Taman 2 yang telah memberi izin, kesempatan dan kepercayaan
kepada penulis untuk mengadakan penelitian ini seluas – luasnya
|
4.
|
Semua
rekan guru di UPTD SPF SDN Taman 2 yang telah memberi bantuan selama proses
penelitian sampai dengan terwujud dalam bentuk Best Practice ini.
|
5.
|
Istri
dan anak - anak tercinta yang selalu memberi dukungan doa dan memberikan
kekuatan dalam setiap langkah.
|
6.
|
Semua
pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan
bantuan berupa apapun dalam menyelesaikan best practice ini.
|
bahwa karya ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.
Waalaikumsalam
Wr.Wb
Taman Krocok, 30
Oktober 2019
Penulis
CAK YOYON
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi
merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini
dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada
pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher
Order Thinking Skitls {HOTS). Keterampilan berfikir Untuk meningkatkan
efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program
PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah
zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok
kerja guru (KKG) SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama
ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam zonasinya, dapat terintegrasi
melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan
keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat,seperti
status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata
UNIUSBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.
Salah satu model pembelajaran yang
berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah
Model Discovery/Inquiry Learning. Model
pembelajaran penyingkapan penemuan (Discovery/inquiry
Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses
intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila
individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan
beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi,
klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferensi. Proses tersebut
disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental
process of assimilating concepts and principles in the mind (Fiobert B. Sund
dalam Malik, 2001:219). Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadu
dengan Model Discovery/Inquiry Learning., penulis menemukan bahwa proses dan
hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran
sebelumnya. Ketika Model Discovery/Inquiry Learning. ini diterapkan pada kelas
IV yang lain ternyata proses dan hasil belalajar siswa sama baiknya. Oleh
karena itu penulis melaporkan perbaikan pembelajaran tersebut sebagai kegiatan
best practice berjudul ""Implementasi pembelajaran Selalu Berhemat
Energi melalui pendekatan saintfik dengan model pembelajaran discovery /inquiry
learning mata pelajaran IPA siswa kelas IV UPTD SPF SDN Taman 2 tahun ajaran
2019 / 2020.
B.
JENIS
KEGIATAN
Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi
merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
DirektoratJenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan
mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order
Thinking Skills (HOTS). Keterampilan berfikir tingkat tinggi adalah proses
berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun
representasi, menganalisis dan membangun hubungan dengan melibatkan aktifitas mental
yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional.
Unit Pembelajaran yang sudah tersusun
diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran. Unit Pembelajaran yang dikembangkan
dikhususkan untuk Pendidikan Dasar yang dalam hal ini akan melibatkan KKG SD
dan MGMP SMP. Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada seluruh tim penyusun yang berasal dari PPPPTK, LPMP, maupun Perguruan
Tinggi dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif
dalam mewujudkan penyelesaian Unit Pembelajaran ini
C.
MANFAAT
KEGIATAN
Untuk meningkatkan efisiensi,
efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP
mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi.
Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok kerla guru
(KKG) SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini
dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam zonasinya, dapat terintegrasi melalui
zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan
dan keragamin mutu pendidikan di lingkungan terdeka! seperti status akreditasi
sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UN/USBN sekolah, atau
pertimbangan mutu lainnya.
Semoga Unit Pembelajaran ini bisa
menginspirasiguru untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran
dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berikut beberapa
manfaat PKP bagi siswa, guru dan sekolah.
1.
Bagi
siswa
· Siswa akan lebih
bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran.
· Mempermudah
siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
· Terkontrolnya
tingkah laku positif siswa.
· Menciptakan
suasana kelas yang kondusif dan dinamis pada proses pembelajaran berlangsung.
· Meningkatkan
hasil belajar siswa.
2.
Bagi
guru
· Memperluas
wawasan.
· Meningkatkan
profesional kerja.
· Meningkatkan
peran guru sebagai Fasilisator.
· Memberikan
motivasi untuk guru-guru yang lainnya.
· Memperbaiki
kinerja guru dalarn proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
3.
Bagi
Sekolah
· Menerapkan
metode yang dilaksanakan terhadap pelajaran yang lain.
· Memanfaatkan
metode dengan semaksimal mungkin.
· Mengembangkan
bakat untuk tercapainya visi dan misi sekolah.
BAB II
PELAKSANAAN
KEGIATAN
A. TUJUAN DAN SASARAN
TUJUAN
1. Untuk
meningkatkan efisiensi. efektlvitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan
Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan
istilah zonasi.
2. menginspirasiguru
untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi
pada kemampuan berpikir tingkat tinggi
SASARAN
Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat
Kegiatan Guru (PKG)TK, kelompok kerja guru (KKG) SD dan musyawarah guru mata
pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon dalam
zonasinya, Semoga Unit Pembelajaran ini bisa menginspirasiguru untuk mengembangkan
materidan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir
tingkat tinggi. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi upaya yang kita lakukan.
B. BAHAN DAN MATERI
Bahan / Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik
pembelajaran ini adalah materi kelas IV untuk tema Selalu Berhemat Energi berikut
ini
Ilmu
Pengetahuan Alam
|
|
3.5.2.
3.5.3.
3.5.5.
|
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk energi
Mengidentifikasi perubahan
energi
Mengidentifikasi berbagai
sumber energi alternatif
|
4.5.5.
|
menyajikan laporan
hasil pengamatan tentang
perubahan bentuk energi alternatif dalam kehidupan sehari- hari.
|
C. METODE/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Metode
1. Penggunaan
aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan Kecapakan Abad 2l di dalam proses
pembelajaran.
2. Karena
KURIKULUM 2013 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan
mengomunikasikan. Lalu optimalisasi peran guru dalam melaksanakan pembelajaran
abad 21dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada integrasi
literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar mengajar
(PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan
menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik
Kompetensi Dasar {KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.Pembelajaran abad 21
secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad
21- kepada peserta didik, yaitu 4C yang meliputi: (1) Communication (2)
Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan {4} Creative and
lnnovative. Berdasarkan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwoll dan
Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower Order
Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS (Middle Order
Thinking Skills) yaitu C3 {mengaplikasikan) dan C-4 {mengalisis), tetapi juga
harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu C-5
(mengevaluasi), dan C-5 (mengkreasi).Penerapan pendekatan saintifik,
pembelajaran abad 21 (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK dalam
pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab
tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan
tantangan eksternal, yaitu globalisasi.Melalui berbagai pelatihan atau
bimbingan teknis (bimtek) KURIKULUM 2013 yang telah dilakukan selama ini
diharapkan mampu mengubah paradigma guru, juga meningkatkan kompetensi guru
dalam pembelajaran, Pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 {4C), HOTS,
integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal
yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut
dilakukan, hanya dalam KURIKULUM 2013 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan
pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian otentik yang mampu mengukur
ketercapaian kompetensi siswa.
D. Alat/lnstrumen
Model-model pembelajaran yang sudah
banyak dikenal oleh guru, guru pun diharapkan untuk
menggunakan atau mengembangkan
mode-model pembelajaran yang lebih variatif agar pembelajaran lebih, menyenangkan
dan menantang.Pembelajaran yang HOTS ditindaklanjuti dengan penilaian HOTS.
Soal-soal yang diberikan harus mengukur ketercapaian siswa pada ranah C-4, C-5,
dan C-6, disesuaikan dengan KKO yang telah ditetapkan pada RPP. Instmmen test
yang digunakan bisa dalam bentuk soal Pilihan Ganda (PG) atau uraian. Soal PG
dan HOTS yang berorientasi pada HOTS tentunya bukan sekedar menanyakan sekedar
menanyakan "apa?","siapa?", "kapan?" dan
"dimana?", tetapi menanyakan "mengapa?" dan
"bagaimana?". Berdasarkan kepada hal tersebut, maka guru harus banyak
membiasakan soal-soal HOTS kepada siswa, agar siswa terbiasa mengasah nalar, meningkatkan
kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif.
Media pembelajaranyang digunakan dalam
praktik terbaik ini adalah (a) contoh Selalu Berhemat Energi melalui gambar
atau video (b) buku guru dan buku siswa kelas IV K13 Revisi Instrumen yang
digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati
proses pembelajaran berupa lembar observasi dan (b) instrumen untuk melihat
hasil belajar siswa dengan menggunakan uraian singkat.
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Waktu kegiatan
Best practice ini dilaksanakan pada
tanggal 7 sampai 11 oktober tahun 2019 bertempat di UPTD SPF SDN Taman 2
Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso
BAB
III
HASIL
KEGIATAN
Diimplementasikannya
kurikulum 2013 membawa konsekuensi guru yang harus semakin berkualitas dalam melaksanaan kegiatan pembelajaran. Karena kurikulum
2013 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik (5M) yang meliputi mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasikan, dan
mengomunikasikan. Lalu optimalisasi perim guru dalam melaksanakan pembelajaran
abad 21 dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Selanjutnya ada integrasi
literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam proses belajar mengajar
(PBM). Pembelajaran pun perlu dilaksanakan secara kontekstual dengan
menggunakan model, strategi, metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik
Kompetensi Dasar (KD) agar tujuan pembelajaran tercapai.
Pembelajaran
abad 21secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan
kecakapan abad 2l kepada peserta didik, yaiu 4C yang meliputi: (l)
Communication (2) Collaboration, (3) Critical Thinking and problem solving, dan
(4) Creative and Innovative. Berdasarkan Taksonomi Bloom yangtelah direvisi
oleh Krathwoll dan Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya
LOTS (Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami),
MOTS (Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4
(mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking
Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).Penerapan pendekatan
saintifik, pembelajaran abad,2l (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK
dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalanrangka
menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan)
SNP dan tantangan eksternal, yaitu globalisasi.Melalui berbagai pelatihan atau bimbingan
teknis (bimtek) K-l3 yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma
guru, juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pendekatan
saintifrk, pembelajaran abad 2l (4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan
pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar
ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam kurikulum
2013 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan
melalui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.
Masalah yang
dihadapi terutama adalah belum terbiasanya siswa belajar degan model discovery
learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu mengguakan
metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapr ulangan (penilaian)
setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah. Agar siswa yakin bahwa
pembelajaran tematik dengan Discovery Learnng. dapat membuat mereka lebih
meguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana,
mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat
tinggi (higher order thinking skills HOTS).
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
1.
|
Pembelajaran tematik dengan model
pembelajaran Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran
berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan
transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
|
2.
|
Pembelajaran tematik dengan model
pembelajaran Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembeljaran
berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan
transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
|
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik
pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery
learning, berikut disampaikan
rekomendasi yang relevan.
1.
|
Guru seharusnya tidak hanya mengajar
dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru serta jaring-jaring tema yang
telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang
kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi
sekolahnya.Halini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
|
2.
|
Siswa diharapkan untuk merterapkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan
teorj. Kemampuan belajar degan cara ini akan membantu siswa menguasai materi
secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa)
|
3.
|
Sekolah, terutama kepala sekolah dapat
mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS.
Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang
memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini
aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.
|
DAFTAR
PUSTAKA
Anggari, Angi St,dkk.
2017a. Selalu Berhemat Energi: Buku Tematik
Terpadu
Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mulyoto.(2013).Strategi
Pembelajaran di Era Kurikulumb2013.Jakarta : Prestasi Pustakaraya
Putra,Sitiatava
Rizema.(2012).Desain Belajar dan Mengajar Kreatif Berbasis
Sains.Jogjakarta : Diva Press
Bustang,
Buhari.Four-D Model (Model Pengembangan Perangkat
Pembelajaran dari Thiagarajan, dkk). [Online]
Tersediahttp://bustangbuhari.wordpress.com
[10April 2014 ]
Selalu
Berhemat energi. BukuTematik Terpadu Kurikulum 2013.
Jakarta: Kemendikbud.
Lampiran
1 : Foto-foto kegiatan
Lampiran
2 : RPP
Lampiran
3 : Bahan Ajar
Lampiran
4 : LKS
Lampiran 5 : Kisi pilihan ganda dan deskripsi
Lampiran
6 : Soal, kunci, dan pedoman
penyekoran
Lampiran
7 : Lembar observasi proses
pembelajaran
Lampiran
8 : Kuesioner motivasi belajar siswa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar